Gembala yang Menuntun di Perantauan
Jumat, 28 Agustus 2026 · oleh Tim Renungan
Banyak dari kita datang ke Columbus membawa koper dan sekantong harapan. Beberapa bulan pertama biasanya berat: cuaca berbeda, bahasa berbeda, dan tidak ada keluarga besar yang bisa ditelepon saat larut malam.
Di titik itu Mazmur 23 terasa sangat dekat. Daud tidak berkata bahwa ia tidak pernah melewati lembah, melainkan bahwa ia tidak berjalan sendirian melewatinya. Gembala yang baik berjalan di depan, mengenali jalan, dan menuntun domba-domba-Nya sampai ke air yang tenang.
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)
Menjadi jemaat perantauan berarti belajar saling menggembalakan: menanyakan kabar, menawarkan tumpangan ke gereja, menyediakan makan bagi yang baru datang. Lewat tangan sesama warga jemaat, kita sering mengalami tuntunan Sang Gembala.
Pekan ini, cobalah menghubungi satu orang yang mungkin sedang melewati lembahnya sendiri. Kehadiran yang sederhana bisa menjadi pengingat bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya.